Connect with us

Tinggal Dekat TPA, Anak Ini Jadi Teladan Bijak Plastik

Bali

Tinggal Dekat TPA, Anak Ini Jadi Teladan Bijak Plastik

Tinggal di dekat TPA Suwung menjadi keuntungan tersendiri bagi I Kadek Bayu Saputra, 13, apalagi saat program bank sampah mulai digaungkan di sekolah lamanya, yakni SDN 5 Pedungan. Berkat kegigihannya mengumpulkan sampah untuk ditabung, Bayu didaulat menjadi Young Change Maker dalam hal Bijak Plastik oleh salah satu brand perusahaan besar berbasis kebersihan dan kesehatan.

Bayu bersama kader-kader Bijak Plastik saat di Makassar – IST

Dede Mahendra, 28, selaku Guru Sekolah dan Pembina pun membenarkan hal tersebut. Ia juga menceritakan awal mula Bayu terpilih dari sekian CV yang diseleksi pihak sekolah untuk menyandang Kader Bijak Plastik.

“Sebenarnya ide ini berawal dari gerakan ‘Kembalikan Tempat Bermain Anak’ agar terbebas dari sampah. Dari sekian anak, ditanya, ada gak yang gerakannya menginspirasi? Kepikiranlah sama Bayu, Bayu kan aktif sekali tidak hanya mengumpulkan untuk diri sendiri, tapi sampai ngajak teman-temannya di kelas untuk ikut nabung di bank sampah. Selain itu, latar belakangnya juga pas, tinggal di TPA,” ungkap Dede yang ditemui di kediaman Bayu, di Pesanggaran, Pedungan, Denpasar Selatan, pada Agustus lalu.

Kendati telah duduk di kelas VII SMPN 11 Denpasar, bocah asal Banjar Ponjok, Desa Kutampi Atas, Nusa Penida, Klungkung, itu terus melanjutkan perjuangan untuk memberi pengaruh positif pada teman-temannya perihal menabung di bank sampah. Hal itu telah ia lakukan sejak duduk di kelas 4 SD. “Tinggalnya kan di TPA, kan banyak sampah itu. Jadi, mungutnya di sekitar sini, sampai minta-minta sampah di warung orang di sekitar sini,” ungkap Bayu sambil cekikikan.

Berkat predikat tersebut, Bayu dan beberapa anak lainnya bahkan sempat diundang ke Makassar dalam rangka perayaan Hari Anak Nasional pada (23/7) lalu oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Bayu tidak sendiri, ia bersama 3 teman lainnya membuat program-program yang berkaitan dengan bijak plastik, seperti recycle, bank sampah, clean up, UMKM. Bank sampah sendiri digawangi oleh Bayu. Sejak Juli, Bayu mulai shooting video inspirasi, selain itu ia juga diajari berbagai trik pengolahan sampah, salah satunya dengan mengolah sampah jadi benda kerajinan.

Bayu bersama Menteri PPPA dan kader-kader Bijak Plastik yang lain – IST

“Perasaannya senang karena gak semua orang bisa di posisi ini. Bayu pingin ngajak 1 Indonesia jadi bijak plastik dengan cara tidak membuang sampah plastik sembarangan, rajin bawa tumbler, bawa tas belanja, dan bawa tempat makan sendiri. Bukan membenci plastik tapi lebih bijak menggunakannya,” sambung bocah yang kini mengontrak bersama orang tuanya Ketut Karti dan I Ketut Mertayasa, di TPA Suwung tersebut.

Meski pernah beberapa kali dicemooh orang karena sering mengumpulkan sampah plastik, namun Bayu tetap gigih menjadi teladan sambil menambah saldo tabungannya di bank sampah sekolah. Gerakan itu pun membuahkan hasil, kini teman-teman sebaya Bayu kemudian ikut menabung sampah, begitu juga orang tua mereka. “Harapannya, gerakan Bayu ini semakin masif lagi dan menginspirasi anak-anak Indonesia untuk bijak plastik dan menyelamatkan lingkungan tempat bermain anak-anak itu,” tutup Dede Mahendra yang juga Pendiri Bank Sampah Gema Pelita SDN 5 Pedungan. (*)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Bali

Advertisement
To Top