Connect with us

Tol Bali Mandara Tutup 32 Jam Saat Nyepi, Hanya Dibuka untuk Kondisi Darurat

Bali

Tol Bali Mandara Tutup 32 Jam Saat Nyepi, Hanya Dibuka untuk Kondisi Darurat

Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, operasional Jalan Tol Bali Mandara akan dihentikan sementara selama lebih dari satu hari. Kebijakan ini diambil Jasamarga Bali Tol (JBT) selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu di Bali yang identik dengan suasana hening tanpa aktivitas.

Penutupan tol yang menghubungkan Benoa, Bandara Ngurah Rai, hingga Nusa Dua tersebut akan dimulai pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 23.00 WITA dan baru kembali dibuka pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 07.00 WITA. Dengan demikian, total waktu penutupan mencapai sekitar 32 jam.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Nyepi, yang mana umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian yang membuat seluruh aktivitas di Pulau Bali dihentikan pada hari tersebut.

Walaupun akses tol ditutup untuk kendaraan umum, pengelola tetap memberikan pengecualian bagi situasi tertentu. Kendaraan yang berkaitan dengan keadaan darurat, seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, maupun kendaraan operasional penting lainnya, masih diperbolehkan melintas apabila diperlukan.

“Namun demikian, kendaraan yang melintas dalam kondisi darurat tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk mendapat pendampingan dari pecalang atau instansi terkait agar tidak mengganggu pelaksanaan Nyepi,” ungkap Adiputra Karang saat Konferensi Pers PT Jasamarga Bali Tol, Kamis (12/3/2026) di Denpasar.

Terkait pelaksanaan upacara Melasti yang diadakan beberapa hari jelang Hari Raya Nyepi, PT Jasamarga Bali Tol turut mendukung kegiatan ini. Koordinasi dilakukan dengan pihak kepolisian serta pecalang untuk memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu arus kendaraan di sekitar lokasi upacara.

Untuk informasi, kegiatan Melasti Desa Adat Pedungan akan berlangsung Senin (16/3/2026) mulai pukul 05.00 Wita. PT Jasamarga Bali Tol akan mengatur arus lalulintas di sekitar lokasi kegiatan yang akan berkoordinasi dengan Polsek Benoa, Polisi Lalu Lintas Induk VI Ditlantas Polda Bali, dan pecalang desa adat setempat.

“Kami akan selalu berkoordinasi dengan pihak dan instansi terkait untuk kelancaran proses upacara Melasti,” terang Adiputra Karang.

Sistem contra flow sementara akan diberlakukan mulai pukul 05.00 Wita hingga selesai di jalan akses Pelabuhan Benoa. Masyarakat yang mengikuti kegiatan Melasti akan menggunakan jalur dari Depo Pertamina menuju Pelabuhan Benoa. Sedangkan masyarakat umum menggunakan jalur dari Pelabuhan Benoa menuju Pesanggaran yang dibuka untuk jalur dua arah.

Pada beberapa titik strategis, PT Jasamarga Bali Tol juga akan menyediakan ambulans. “Semuanya kami lakukan untuk mendukung kegiatan Melasti ini agar berlangsung dengan lancar tanpa mengganggu operasional jalan tol,” jelas Adiputra Karang.

Mengingat Hari Raya Nyepi tahun ini berdekatan dengan Libur Lebaran, PT Jasamarga Bali Tol menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan. Menurut Manager Operation & Maintenance PT Jasamarga Bali Tol, I Putu Gandi Ginantra, berbagai persiapan telah dilakukan agar arus lalu lintas di jalan tol tetap lancar dan aman bagi pengguna.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka posko pelayanan jalan bagi pengguna tol. Posko ini mulai beroperasi sejak 11 Maret 2026 dan ditempatkan di area drive thru di bawah Flyover Benoa.

Menurut Gandi, keberadaan posko tersebut bertujuan memudahkan pengendara yang membutuhkan informasi maupun bantuan selama melintas di tol.

Selain itu, pihak pengelola juga memperkuat sistem pemantauan lalu lintas dengan memasang 117 kamera pengawas (CCTV) di sepanjang ruas Jalan Tol Bali Mandara. Perangkat ini digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time, terutama saat arus kendaraan meningkat.

Mengingat kondisi cuaca di Bali yang masih sering disertai hujan dan angin kencang, pengelola tol turut memasang sensor angin di beberapa gerbang tol. Alat tersebut berfungsi untuk memantau kondisi cuaca dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

Untuk mempercepat proses transaksi di gerbang tol, PT Jasamarga Bali Tol juga menyiapkan 12 unit mobile reader. Selain itu, sekitar 15 ribu kartu uang elektronik (e-toll) turut disediakan bagi pengguna jalan yang kehabisan kartu atau saldo saat hendak memasuki tol.

Gandi menambahkan, bahwa PT Jasamarga Bali Tol telah memiliki nomor One Call Center baru yaitu 133 sebagai pusat informasi dan pengaduan terbaru dengan komitmen 1 kali panggilan, 3 kali dering, dan 3 menit merespon. Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan respons yang lebih cepat, pengguna jalan diharapkan dapat memanfaatkan layanan 133 sebagai sarana komunikasi yang praktis dan mudah diingat, sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. Jika pengguna tol mengalami kendala di perjalanan, mereka dapat segera menghubungi Call Center ini yang siap melayani selama 24 jam.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Bali

Advertisement
To Top