Bali
Uniknya Pura Dalem Bebetelan Menguntur Batubulan, Terdapat Pelinggih Wong Samar Dan Memedi
Desa Batubulan yang terkenal dengan kesenian Barong Dance-nya ternyata memiliki beberapa pura unik. Salah satunya adalah Pura Dalem Bebetelan Menguntur. Pura ini juga diyakini sebagai pintu gerbangnya Gianyar karena terletak tepat di pintu masuk Gianyar dari arah Denpasar.
Pura ini terletak di Banjar Menguntur Desa Adat Dlod Tukad Batubulan tepatnya di belokan(pengkolan) di seberang Utara Patung Sang Jogor Manik.

Pura dengan arsitektur sederhana ini diperkirakan sudah ada sejak jaman kerajaan. Asitektur masih menggunakan batu bata merah kuno dan dengan bentuk yang sederhana untuk masing-masing pelinggihnya.

Menurut penjelasan Jro Mangku Made Sutanaya pengempon sekaligus pemangku pura,awalnya pura ini berupa gegumuk(gundukan tanah) dimana sejak tahun 1992 ia bersama keluarganya mulai mebangun pelinggih sederhana secara betahap. Lebih lanjut, Jro Mangku menjelaskan untuk sejarah dan asal nama pura ia kurang mengetahuinya dengan pasti karena sampai saat ini belum menemukan babad tentang keberaadaan pura. Namun ia meyakini kalau Pura Bebetelan adalah pura pertama yang ada di Desa Batubulan.
Keunikan pura ini dapat dilihat dengan adanya beberapa pelinggih untuk makhluk gaib yaitu pelinggih wong samar, pelinggih tuyul, pelinggih memedi dan pelinggih gregek tunggek. Jro Mangku menuturkan kalau pelinggih-pelinggih tersebut dibangun untuk menghormati makhluk-makhluk gaib yang ada di area pura ini karena mereka sudah sering membantu baik untuk keluarga Jro Mangku atau masyarakat lainnya.

Pelinggih-pelinggih ini berfungsi juga untuk memohon “jalan” jika kita mengalami suatu masalah baik masalah niskala atau skala. “Disini juga bisa untuk memohon obat/tamba jika mengalami sakit niskala. Selain itu pernah juga beberapa orang memohon bantuan kepada wong samar yang melinggih di pura ini agar anggota keluarganya yang menghilang bisa kembali. Secara ajaib, setelah memohon disini anggota keluarga tersebut bisa kembali lagi”, ujar Jro Mangku yang juga sering dipanggil Bapak Saka.

Keunikan lainnya menurut Jro Mangku, di pura ini terdapat lubang/goa gaib(song gamang) dimana lobang gaib ini keluarnya ada di sungai(tukad) yang ada di sebelah barat pura. “Hal ini saya dapatkan dari cerita kakek saya terdahulu kalau beliau saat di pura pernah menghilang dan muncul di sungai. Beliau bercerita kalau di pura ini ada lubang gaib. Saya pernah meditasi untuk mencari jawaban terkait lobang/goa ini dan saya mendapat petunjuk kalau lobang/goa ini ada namun saya tidak berani masuk ke dalamnya.

Pura Dalem Bebetelan ini adalah pura panti/pura keluarga namun keberadaannya diakui oleh desa adat setempat. Pura yang diemong oleh 2 KK ini piodalannya jatuh pada rahinan Umanis Galungan.
Jro Mangku menuturkan kalau Pura Bebetelan ini belum pernah direnovasi walaupun beberapa bangungan sudah mulai rusak dimakan usia. Karena keterbatasan dana, proses renovasi akan dilakukan secara bertahap. “Kami sudah mengajukan permohonan bantuan anggaran renovasi ke pemerintah Kabupaten Gianyar dan kami berharap ada bantuan dari pihak pemerintah Kabupaten Gianyar.

Kami juga melakukan bazar untuk penggalian dana selain ada bantuan dana dari beberapa warga terutama warga yang pernah dibantu secara niskala di pura ini”, ungkap Jro Mangku.
Selain itu, Jro Mangku juga berharap agar pemilik tiang untuk kabel komunikasi yang ada di depan areal pura agar bisa menghubunginya karena selain tiang tersebut terkesan semrawut, menurut Jro Mangku tiang tersebut masih ada di wewidangan pura sehingga perlu adanya komunikasi antara pemilik tiang dengan pengempon pura.
Jika ada pemedek yang berkeinginan untuk memohon sesuatu seperti yang sudah diceritakan diatas, pemedek bisa membawa pejati untuk dihaturkan. Untuk hari bisa hari apa saja. Karena Jro Mangku tidak selalu ada di pura, pemedek bisa mencari Jro Mangku di rumah beliau di Banjar Menguntur sebelah selatan patung Sang Jogor Manik atau bisa menghubungi Jro Mangku di nomor : 082341965028 .

