Connect with us

Usaha Kuliner Bali, Dari Hobi Jadi Hoki

Peristiwa

Usaha Kuliner Bali, Dari Hobi Jadi Hoki

Usaha kuliner menjadi salah satu pilihan usaha yang menarik untuk digeluti. Selain karena alasan kebutuhan setiap manusia adalah makan dan minum, usaha kuliner pun menjanjikan dari segi hasil yang didapatkan oleh pelaku usahanya.

Seorang pemuda asal Penatih membuka usaha kuliner bertempat di Jalan Trengguli 1a, No. 17, tepatnya di sebelah Gedung Balai Bahasa Provinsi Bali. Usaha yang diberi nama Warung Pak Nengah ini menyediakan menu khas bali yaitu lawar babi.

Selain itu, terdapat juga menu lain seperti nasi campur dan minuman dingin. Uniknya pemuda ini selalu memutar musik rindik di warungnya yang membuat suasana seperti di desa sekalipun tempatnya berada di tengah perkotaan.

Ketika ditemui, pemuda yang berumur 23 tahun ini mengaku belum lama membuka usahanya. Usaha kuliner dipilihnya lantaran keinginan untuk meneruskan hobi melalui jurusan Tata Boga yang ia tekuni saat SMK dan Kuliah dulu.

“Saya memulai usaha ini pada pertengahan tahun 2019, berawal dari keinginan memiliki sebuah usaha dan keinginan untuk meneruskan jurusan saya ketika SMK dan Kuliah dulu.

Kemudian, atas dorongan orang tua yang memberi dukungan serta teman-teman Bapak saya, akhirnya saya membuka usaha warung makan dengan nama Bapak saya sendiri yaitu Warung Pak Nengah,” ungkap I Gede Yudha Wira Putra. Harga satu porsi nasi lawar di Warung Pak Nengah sangat terjangkau, mulai dari Rp.10.000 –Rp. 15.000 dan bisa disesuaikan.

Menunya juga dapat disesuaikan dengan keinginan dari pembeli. Banyak pembeli biasanya meminta nasi campur berisi lawar. Itu sudah biasa kata Gede Yudha. Dengan perpaduan menu tempe, telur, ayam suwir, dan lawar babi membuat hidangan nasi campur Warung Pak Nengah menjadi lebih nikmat.

Tak lupa juga minuman dingin yang disediakan seperti es teh, es temulawak, dan lainnya. Dengan harga terjangkau mulai dari Rp. 3000 — Rp. 5.000, sudah dapat menghilangkan dahaga di kala cuaca terik.

Melalui usaha kulinernya yang telah berjalan lebih dari setahun ini, Gede Yudha mengaku mendapatkan omzet kurang lebih 2,5 juta per bulan. Walaupun ia mengaku pandemi Covid-19 ini cukup mempengaruhi omzetnya, sehingga mengalami sedikit penurunan.

Meskipun begitu ia tetap semangat. Ia juga berpesan kepada anak muda agar tidak malu untuk menjalankan usaha. “Sedikit motivasi untuk anak muda agar jangan pernah malu untuk menjalankan usaha karena suatu saat nanti pasti akan ada hasilnya”, tutupnya.

Sumber : denpasarkota.go.id

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Peristiwa

Advertisement
To Top