Inspirasi
Broken Home, Kakak Beradik Ini Terpaksa Jadi Buruh Kemoceng Kendaraan Demi Bertahan Hidup
Kakak beradik yang yang telah lama ditelantarkan orang tuanya ini harus berjuang agar bisa makan tiap hari. Bahkan mereka rela menjadi buruh kemoceng kendaraan di jalan berteman dengan debu dan terik matahari.

Kemoceng yang selalu dibawanya ke mana-mana menjadi saksi kekejaman hidup terhadap Humaira dan adiknya. Pasca ditinggal orang tua yang bercerai, Humaira dan adiknya, Iqbal, tinggal bersama sang nenek.
“Nenek sering sakit, Humaira harus bekerja agar kita semua bisa makan,” ujarnya sambil menyeka peluh.

Kakak beradik itu tiap harinya ‘memburu’ debu yang menempel di kendaraan roda empat yang berhenti di traffic light. Ia akan membersihkan debu-debu itu dengan kemoceng usang yang dibawanya.
Mereka hanya berharap, ada orang dermawan yang memberi upah untuk jasa mereka. Namun, jika tidak, mereka harus ikhlas dan bergegas mencari kendaraan lain.
Upah yang didapat dari menjadi buruh kemoceng ini tak menentu. Jika beruntung mendapat banyak pengendara dermawan, Humaira dan adiknya bisa membawa pulang uang Rp10 ribu – Rp20 ribu per hari. Namun, ada juga yang memberinya Rp500 saja.
Rezeki yang diperoleh hari itu akan dibelikan beras untuk makan dirinya dan keluarganya.

