Inspirasi
Jadi Tukang Patri Sejak 1972, Kini Jasanya Tidak Ada yang Memakai, Terpaksa Pulang dengan Tangan Kosong
Berbekal alat patri tuanya, pria paruh baya itu berjalan menyusuri tempat-tempat. Tidak peduli hujan dan panas, ia tetap gigih menawarkan jasanya.

Ece adalah lansia yang telah menggeluti profesi sebagai tukang patri keliling sejak 1972. Kala itu, jasanya masih ramai digunakan.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, kini jasa Ece pun mulai ditinggalkan. Orang-orang sudah tidak tertarik lagi menggunakan jasanya.

Meski demikian, Ece tetap semangat menjalani hari-hari sebagai tukang patri keliling. Berbekal alat patri dan makanan yang dibawa dari rumah, ia berkeliling di sekitar komplek.

Namun, ia juga harus ikhlas saat pulang tidak membawa sepeser pun uang, sementara bekalnya telah habis di perjalanan. Ia hanya berharap, esok hari ada orang yang mau memakai jasanya.

