Connect with us

Perjalanan Spiritual Jro Mangku Alit Baba

alit baba

Sosok

Perjalanan Spiritual Jro Mangku Alit Baba

Jro Mangku Alit Baba mulai dikenal karena sering tampil menarikan Rangda baik Rangda Sesuhunan maupun Rangda biasa. Jro Alit begitu ia akrab disapa juga sering dijuluki sebagai Rangda cilik. Di usia yang masih sangat muda ini, Jro Alit sudah menekuni dunia supranatural dimana ia mendapatkan kemampuan ini sejak masih dalam kandungan yang diwariskan oleh almarhum ayahnya yang juga sebagai tokoh supranatural di daerah Lombok.

Jro Mangku Alit Baba

Jro Alit yang tiggal di daerah Denpasar ini, mulai merasakan bahwa ia memiliki kelebihan dalam dunia supranatural saat ia baru mulai masuk SD sekitar umur 8 tahun. Saat itu ia sering kerauhan di sekolahnya dibilangan Denpasar bahkan tidak jarang sampai membuat heboh satu sekolah. Selain itu menurut Jro Desy yang merupakan Ibunda dari Jro Alit, Jro Alit ini sering menghilang saat pelajaran sekolah. “Jro Alit menghilang begitu saja kadang sampai dua hari, nantinya datang dengan sendirinya tanpa ada yang mengantar”, kenang Jro Desy. Menurut Jro Alit sendiri saat menghilang tersebut ia pergi ke sungai, kebun(teba) atau kuburan bermain bersama mahkluk yang tidak kelihatan(wong samar) yang sudah menjadi temannya saat itu.
Hal ini sontak membuat ibunda Jro Alit stress bahkan sampai harus beberapa kali berhenti bekerja dan juga ia harus memindahkan Jro Alit ke sekolah lain. Karena beberapa kejadian inilah memaksa Jro Desy untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi terhadap anaknya. Ia “nunas baos” ke orang yang mengerti dan didapat bahwa Jro Alit akan ngiring menjadi seorang Jro Mangku. Bukannya menjadi lega, justru hal ini menambah kesedihan bagi Jro Desy. “Saya syok dan sangat sedih saat itu, kenapa harus anak saya yang masih muda/kecil bukan yang lain yang harus ngiring menjadi Jro Mangku”, cerita Ibunda Jro Alit saat ditemui dikediamannya di daerah Denpasar.

jro desy baba
Jro Desy – Ibunda Jro Mangku Alit Baba

Akhirnya seiring waktu dan dukungan orang-orang terdekatnya, Jro Desy mulai bisa menerima keadaan ini. Selain itu Jro Alit juga pernah kerauhan dimana yang tedun adalah Sesuhunannya. Saat itu Sesuhunannya memberitahukan bahwa Jro Alit harus ngiring jika tidak maka kehidupan Jro Alit kedepan akan kurang baik dan rejeki menjadi seret. Hal ini akhirnya membuat Jro Alit semakin yakin untuk ngiring menjadi Jro Mangku selain itu, ia juga menyukai hal-hal mistis sejak kecil. Kemudian secara bertahap Jro Alit melakukan pewintenan-pewintenan yang wajib dilakukan untuk menjadi seorang Jro Mangku.

Pernah viral hilang dan ditemukan di Sukawati

Kejadian menghilangnya Jro Alit ini sempat viral di media sosial dimana saat itu ada berita ditemukan seorang anak kecil di Polsek Sukawati yang melakukan jalan kaki dari Denpasar ke Sukawati. Jro Alit bercerita saat itu ia memiliki keinginan untuk memiliki tapel rangda sehingga ia nekad berjalan kaki ke Sukawati karena. Di tengah perjalanan, ia didatangi oleh Ratu Wong Samar beruwjud Ratu Niang. Ia diberikan uang sejumlah 2 juta rupiah dimana uang itu untuk membeli tapakan Rangda dan gelungan Ratu Niang. Selain itu ia juga diberikan makanan untuk menghilangkan rasa lapar. Namun setelah Jro Alit makan, ia menjadi muntah-muntah dan ia rasakan rasa makanan tersebut aneh. Setelah makanan tersebut dimuntahkan, ternyata makanan tersebut berwujud seperti tanah.
Sesampainya di Pasar Sukawati, karena Jro Alit terlihat seperti linglung, kecapaian dan kelaparan, beberapa warga ada yang menghampiri dan menanyakannya. Setelah Jro Alit bercerita, ia diantar ke Polsek Sukawati dan dari pihak Polsek menghubungi Ibunda Jro Alit untuk menjemputnya.
Sesampainya di rumah ia didatangi oleh 3 wujud Rangda saat tidur, dimana nantinya sosok ini akan melinggih untuk disungsung oleh Jro Alit.

Jro alit Baba
Sesuhunan Jro Mangku Alit Baba

Menyukai sosok Dewa Siwa

Jro Alit sangat suka menggambar wujud Dewa Siwa. Ia mengaku menggambar Dewa Siwa seperti ada yang menyuruh/mengarahkan. Awalnya ia pernah didatangi oleh orang dalam wujud seperti Dewa Siwa. Kejadian ini seperti mimpi namun terlihat nyata menurut Jro Alit. Semenjak itu ia seperti memiliki getaran koneksi seperti Ayah dan Anak dengan Dewa Siwa dan kemudian menjadikan ia senang menggambar wujud Dewa Siwa. Pernah suatu waktu ia meniru gambar Dewa Siwa dari sebuah buku yang iya dapatkan di perpustakaan sekolahnya namun hasilnya tidak sebagus saat ia menggambar dengan imajinasinya.

Koleksi Kekereb Jro Mangku Alit Baba

Jro Alit juga memiliki darah seni yang diturunkan oleh Almarhum bapaknya. Ia secara otodidak belajar menari dengan melihat orang-orang saat menari di Pura dan juga melalui youtube. Beberapa jenis tarian tradisional seperti Tari Telek, Tari Condong, Wirayuda, Legong Keraton. Seiring waktu, Jro Alit ikut di suatu sanggar di Denpasar untuk lebih meningkatkan kemampuan menarinya.
Dalam menekuni dunia spiritual ini, Jro Alit kerap menambah pengetahuannya dalam dunia ini dengan berdiskusi atau bertanya kepada sesama penekun dunia spiritual yang lebih dahulu menekuninya. Jro Alit sendiri tidak memiliki guru/nabe utama/tetap. Menurutnya siapa saja yang ia mintakan petunjuk terkait dunia spiritual ini dan mampu membimbingnya akan ia anggap sebagai nabe/gurunya.
Dalam mengarungi dunia supranatural tentunya ada juga pihak-pihak yang tidak menyukainya secara niskala. Jro Alit beberapa kali pernah “dicoba” atau diserang secara niskala. Pengelaman yang paling diingatnya adalah ketika pentas calonarang di daerah Tabanan. Jro Alit “dicoba” oleh 4 orang saat mesolah. Jro Alit bercerita kalau dia sampai pingsan dalam waktu yang cukup lama. Bersyukur saat itu ia masih dilindungi oleh Ida Sesuhunan, serangan niskala tersebut tidak terlalu berdampak dikemudian hari. “Dampaknya saat diserang itu saja,setelah saya sadar sudah kembali normal lagi”, kenang Jro Alit.

Jro Mangku Alit Baba

Jro Mangku Alit Baba saat ini juga menekuni Usada/Pengobatan Tradisional Bali. Kemampuan Usada ini ia juga dapatkan secara turun temurun dari kakek dan ayahnya yang memang tokoh Usada Tradisional. Awalnya ia hanya diminta tolong untuk membantu seorang warga karena memiliki sakit secara niskala. Dengan kemampuan yang ia miliki, warga tersebut berhasil ia sembuhkan. Lama kelamaan ada beberapa warga yang memohon bantuan Jro Alit untuk mengobati secara niskala. “Astungkara sampai sekarang banyak warga yang memohon bantuan saya berhasil saya sembuhkan secara niskala”, ungkap Jro Alit.
Jro Alit sendiri tidak pernah mematok biaya/sesari karena menurutnya ia menjalankan Usada ini memang senang membantu orang lain sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Sosok

Advertisement
To Top