Connect with us

Unik, Menikmati Racikan Kopi Dari Gerobak Sepeda Made Coffee Di Pinggir Jalan

kopi bali unik

Inspirasi

Unik, Menikmati Racikan Kopi Dari Gerobak Sepeda Made Coffee Di Pinggir Jalan

Saat ini penikmat kopi semakin banyak sehingga banyak bermunculan coffee shop baik sekala kecil maupun sekala besar. Menikmati kopi di suatu coffee shop mungkin sudah biasa, tetapi bagaimana jika kita ingin menikmati kopi di ruang terbuka tepatnya di pinggir jalan?

ketut astika made coffee bali
Ketut Astika sedang meracik kopi untuk pembeli

Ketut Astika mencoba terobosan baru untuk berjualan kopi dengan cara yang tidak lazim, dimana ia memilih untuk berjualan Kopi dipinggir jalan. Uniknya lagi ia memilih jualan menggunakan Gerobak Sepeda yang ia desain bersama temannya. “Konsep ide jualan ini saya dapat dari konsep cargo bike yang banyak digunakan di negara-negara Eropa seperti Belanda dan Jerman. Cargo bike ini saya modifikasi untuk berjualan kopi. Selain itu ia memilih berjualan dipinggir jalan karena saat ini belum memiliki modal untuk menyewa tempat permanen,” terang Ketut Astika.

made coffee kopi bali
Ketut Astika meracik Es Kopi Susu

Ketut Astika memilih untuk berjualan kopi karena pekerjaan sebelumnya sebagai guide/pemandu wisata dihantam pandemi Covid-19. Ia yang memiliki hobi minum dan meracik kopi ini akhirnya mencoba untuk berjualan kopi untuk tetap bisa bertahan di masa pandemi ini. Ia menggunakan nama Made Coffee dimana diambil dari nama anak keduanya. Saat memilih lokasi berjualan ia hanya menggunakan instingnya saja dimana saat itu ia memilih berjualan di Jalan Raya Puputan dan kebetulan juga jalur tersebut termasuk jalur ramai.

ketut astika made coffee bali
Gerobak Sepeda Made Coffee

Ketut Astika belajar meracik kopi secara otodidak melalui tayangan youtube. Made Coffee menggunakan kopi dalam bentuk biji dari jenis kopi Arabica dan Robusta sehingga menciptakan aroma kopi yang kuat. Proses meraciknya juga dilakukan secara manual dimana biji kopi digiling/grinding secara manual.

Proses giling/grinding biji kopi secara manual

Ketut Astika dalam proses meracik kopinya selalu menakar(menimbang) bahan yang digunakan karena menurutnya proses ini akan memberikan konsistensi rasa dan aroma kopi yang ia racik. Karena hal tersebutlah, hasil racikan Ketut Astika tidak kalah dengan Coffee Shop lainnya.

Ketut Astika selalu menakar/menimbang dalam meracik kopi

Menu kopi yang ia sajikan cukup beragam seperti kopi tubruk, kopi susu, es kopi susu kental manis, es kopi susu gula aren, V60 dan Americano. Harganya terbilang terjangkau dari 10 ribu sampai 25 ribu, dimana untuk yang 25 ribu menggunakan kopi import. “Menu favorit Made Cofee saat ini adalah es kopi susu yang banyak dipesan terutama dari kalangan remaja/anak muda,” imbuh Ketut Astika yang berasal dari Singaraja ini.

Es Kopi Susu salah satu menu favorit Made Coffee

Ketut Astika berharap kalau ia tetap diberikan berjualan di lokasi ini (dipinggir jalan) oleh petugas ketertiban, tidak sampai diusir terutama dalam situasi pandemi ini. “Untuk rencana kedepan, saya masih melihat perkembangan penjualan Made Coffee apakah akan berjualan di tempat permanen atau tidak. Namun untuk saat ini saya masih betah jualan dipinggir jalan karena pembeli cukup ramai dan sudah memiliki langganan tetap,” ungkap Ketut Astika sembari meracik kopi pesanan pembelinya.

Pagi hari sekitar pukul 07.30 ia sudah mulai mengayuh gerobak sepedanya dari rumahnya melewati Jalan Tukad Yeh Aya IX menuju lokasi jualan. Made Coffee buka hingga pukul 18.00 di sore harinya.

Bagaimana semeton, ingin mencoba sensasi menikmati kopi sambil ngobrol dan bersenda gurau bersama teman di pinggir jalan? Bisa langsung meluncur ke gerobak sepeda Made Coffee di Jalan Raya Puputan sebelah barat bunderan Renon.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Inspirasi

Advertisement
To Top