Connect with us

Desain-Desain Raka Jana Sering jadi Maskot Event-Event Terkenal

Inspirasi

Desain-Desain Raka Jana Sering jadi Maskot Event-Event Terkenal

Dewa Gede Raka Jana Nuraga, 28, memiliki cara berbeda untuk melestarikan budaya Bali. Sebagai seorang Desainer Grafis, pria yang akrab disapa Raka Jana ini menuangkan kreativitasnya di kanvas digital. Desain-desainnya pun sering dijadikan maskot di event-event terkenal. Berawal dari hobi menggambar kartun Jepang, kini Raka Jana bersama studionya, yakni HNS (Hope Never Sleep) Studio, mampu meraup untung ratusan juta dari hobi masa kecilnya.

“Kalau suka gambar sih dari kecil karena memang pengaruh kartun Jepang dulu sangat kuat sekali, sehingga anak-anak tahun 90-an itu cenderung menggambar dari apa yang ditonton,” ungkap Raka Jana.

Berangkat dari hobi itu, ia pun melanjutkan kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pada pertengahan 2010 mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Raka Jana pun sempat dilarang keluarga mengambil jurusan seni karena dianggap tidak ada bedanya dengan seniman-seniman lukis yang ada di daerah tempat tinggalnya, yakni di Tampak Siring, Gianyar.

Pasalnya, banyak pelukis-pelukis handal di daerahnya tidak begitu sejahtera dari segi ekonomi. “Cuma, yang saya tawarkan di sini ketika ingin masuk di ISI adalah ngambil jurusan desain. Orang tua saya pikir desain itu sama saja dengan melukis, padahal peluang bisnis desain lebih luas,” sambung pria kelahitan 6 MAret 1991 itu.

Barulah, di tahun 2015, Raka Jana mendirikan sebuah studio berbasis ilustrasi dan desain grafis bernama HNS Studio dan merekrut 2 kawannya yang sevisi untuk bergabung. Berbagai produk telah dikerjakannya bersama tim HNS, di antaranya, baju kaos, art print, post card, pouch, tote bag, dan masih banyak lagi. Sudah ribuan karya dibuatnya. Rata-rata, pelanggan datang dari kalangan domestik dan mancanegara, seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Amerika, hingga Australia.

Sejauh ini, Raka Jana telah banyak berkolaborasi dengan berbagai brand, beberapa di antaranya pernah digandeng oleh Prambanan Jazz Festival (2018-sekarang), Google (2018), dan Autodesk (2016) untuk pembuatan maskot, merchandise, dan tutorial ilustrasi. Ia juga pernah mengajak salah satu anak penyandang difabel yang bernama Agus Mertayasa untuk mengerjakan proyek ilustrasi saat bekerja sama dengan Google. Sempat menjadi juara terbaik dalam sebuah kompetisi, HNS Studio pun kini dibina Bank Indonesia.

Proyek terbaru yang sedang dikerjakan HNS Studio yaitu pengerjaan desain dan merchandise untuk Bali Zoo dan beberapa brand. Selain itu, kolektor action figure itu juga ingin mewujudkan mimpinya untuk meluncurkan sebuah buku ilustrasi dan membuat pameran tunggal di akhir tahun 2019 ini. “Ya, rencana nanti mau nerbitin buku dan membuat pameran tunggal perdana. Semoga dilancarkan,” tandasnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Inspirasi

Advertisement
To Top