Connect with us

Gus Cupak Tokoh Cupak Kerobokan Yang Menekuni Dan Melestarikan Seni Tari Sakral

gus cupak kerobokan

Sosok

Gus Cupak Tokoh Cupak Kerobokan Yang Menekuni Dan Melestarikan Seni Tari Sakral

I Made Agus Adi Santikayasa atau sering dipanggil Gus Cupak merupakan seniman muda yang berasal dari Banjar Padang Kerobokan. Gus Cupak yang lebih dikenal sebagai penari tokoh Cupak ini mengawali terjun ke dunia seni sejak SD. Walaupun ia tidak memiliki darah seni namun sejak kecil ia sangat senang melihat orang menari. Mulai menekuni seni tari saat ikut ekstra tari di kelas 4 SD.

gus cupak kerobokan
I Made Agus Adi Santikayasa (Gus Cupak)

Sejak itu ia mulai pentas menari dari satu tempat ke tempat lain termasuk menari ke beberapa hotel. Karena memiliki bakat menari sehingga ia cukup mudah untuk menguasai suatu tarian. Kemudian seiring berjalannya waktu, Gus Cupak mulai menekuni beberapa Seni Tari Sakral seperti Penyalonarangan, Tari Topeng Sidakarya dan Seni Tari Sakral lainnya. Selain itu Gus Cupak juga sebagai dalang Wayang Cupak.

Gus Cupak saat menari Tari Topeng Sidakarya – Foto oleh Gus Cupak

Salah satu seni tari sakral yang ia tekuni adalah Tari Cupak. Karena menekuni tari inilah ia memiliki sebutan Gus Cupak. Dalam menekuni Tari Cupak ini bermula saat Gus Cupak pentas Tari Cupak pertama kali sekitar tahun 2005. Ia saat itu masih belum terpikirkan bagaimana pakaian cupak, seperti apa tampilan cupak yang harus ia bawakan. “Saya saat itu keliling bertanya-tanya dimana ada tempat untuk menyewakan pakaian Cupak untuk menari, namun tidak ada satupun yang menyewakan pakaian Cupak,” cerita Gus Cupak yang sempat sekolah seni pedalangan di ISI Denpasar selama 2 semester.

gus cupak kerobokan
Gus Cupak saat menjadi tokoh Cupak – Foto oleh Gus Cupak

H-2 dari jadwal pentas, Gus Cupak di datangi oleh seseorang yang tidak terlihat wajahnya di dalam mimpinya. Orang tersebut menyuruhnya untuk mencari pakaian Cupak di kuburan/setra dukuh Kerobokan. Saat terbangun dari tidurnya, Gus Cupak langsung ke tempat nenek kumpinya untuk menceritakan tentang mimpinya tersebut dan neneknya menyanggupi untuk ke setra mencari pakaian Cupak tersebut.

Sesampainya di setra, neneknya menemukan ada kain loreng diatas “pemuun” setra dan langsung saja dibawanya pulang dengan cara disuun(ditaruh diatas kepalanya). Sesampainya di rumah, ia memberikan kain tersebut ke Gus Cupak. “Saya saat menerima kain tersebut cukup dibuat bingung karena bukan baju yang saya terima melainkan selembaran kain dengan panjang kurang lebih 1 meter-an,” cerita Gus Cupak.

Kemudian ia berkeliling mencari tukang jahit namun tidak ada yang paham akan maksudnya. Akhirnya ia menemukan tukang jahit di sekitar rumahnya yang mau untuk mebuatkan baju yang ia maksudkan. Ajaibnya, hanya dengan satu meter kain bisa untuk mebuat baju bahkan tersisa dan sisanya tersebut digunakan untuk membuat udeng.

“Hingga saat ini, baju dan udeng tersebut saya pergunakan dalam setiap pementasan Tari Cupak karena saya yakin taksu Tari Cupak ini berasal dari kain yang didapatkan dari Setra,” ujar Gus Cupak saat ditemui di rumahnya dibilangan Kerobokan. Semenjak itu Gus Cupak merasa semakin menyatu dengan Tari Sakral tersebut. Iapun tidak takut dengan pandangan negatif dari tokoh cupak, karena menurutnya walaupun diceritakan tokoh Cupak ini negatif namun sisi positif Cupak yang tidak terungkap lebih banyak dari sisi negatifnya.

Tari Cupak Kerobokan
Sesolahan Cupak – Foto oleh Gus Cukap

Lebih lanjut Gus Cupak mengungkapkan kalau penari Tari Sakral Cupak ini haruslah orang yang benar-benar memiliki keyakinan terhadap kekuatan/energi positif dari tokoh Cupak tersebut. Hal ini dikarenakan dalam menarikan Tari Cupak ini sangat banyak gegodaan/gangguan secara niskala. “Saat menarikan Tari Cupak beberapa kali saya pernah dicoba secara niskala dari babi guling yang berbau atau ada ulatnya, makanan persembahan yang ditengahnya ada tusuk gigi sampai berisi medang bambu. Namun saya bisa mengatasinya karena saya yakin terhadap kekuatan Ida Sesuhunan,” terang Gus Cupak.

Gus Cupak juga memiliki pengalaman yang cukup menarik dimana saat ia tangkil ke pura baik untuk ngayah menari atau tidak ia sering mengeluarkan kentut di pura tersebut. “Pokoknya selalu kentut bahkan tidak sekali tetapi lebih dari satu kali. Saya yakin ini adalah salah satu kekuatan yang ada dalam Taksu Cupak dimana berasal dari kekuatan udara dari Bhagawan Hare. Warga sekitar saya pasti akan tertawa mendekarkan suara kentut saya,” ungkap Gus Cupak sambil tertawa.

gus cupak kerobokan
Gus Cupak saat melakukan penglukatan/pengruwatan – Foto oleh Gus Cupak

Sisi lain dari kehidupan seni yang ia geluti ternyata Gus Cupak juga bergelut dalam dunia spiritual. Ia terjun ke dunia spiritual tanpa sengaja atau tanpa ia kehendaki. Berawal saat ia masih kecil dimana saat itu sekitar kelas 2 atau 3 SD mencari ikan di tukad/sungai bersama bapaknya. Karena tiba-tiba turun hujan lebat, Gus Cupak bergegas untuk pulang namun saat itu ia terjatuh ke sungai.

Ia kemudian ditolong oleh seorang kakek-kakek yang menggunakan perahu emas. Ia diajak ke suatu tempat oleh kakek tersebut. Di tempat tersebut ia bertemu dengan anak-anak kecil dan juga sempat sekolah disana. Di dunia tersebut ia merasa bahagai karena semua orang mengenal dirinya. Ia sering diajak berkeliling oleh kakek tersebut menggunakan mobil kuno.

gus cupak kerobokan
Gus Cupak saat akan pentas menari – Foto oleh Gus Cupak

Suatu ketika tiba-tiba ia seperti tersadar dimana tangannya tiba-tiba ditarik oleh bapaknya dan iapun tersadar. Saat tenggelam tersebut kurang lebih lamanya 5 menit-an namun saat di dunia gaib tersebut seolah-olah sudah sangat lama.

Semenjak itu ia sering melihat teman-teman gaibnya di lingkungan sekitar rumahnya. Saat ia kecil ia masih belum mengetahui kalau teman-temannya tersebut adalah teman gaib. Menginjak dewasa barulah ia memahami kalau teman-temannya tersebut adalah teman gaib. Teman gaibnya itu juga sering ia undang untuk menonton ata membantu melindunginya saat Gus Cupak pentas.

Gus Cupak menuturkan kalau ia memiliki pengalaman-pengalaman menarik dalam dunia spiritual selain pengalaman saat menarikan Cupak yang sudah diceritakan diatas. Saat mementaskan tari sakral tidak jarang ia mendapatkan gegodaan secara niskal. “Pernah suatu saat ia pentas calonarang dimana saat berias di lokasi yang disediakan, ada kain kasa berputar-putar mengelilingi tempat merias tersebut.

Saya kemudian memohon kepada Ida Sesuhunan disana dan Ida Sesuhunan saya agar dilindungi dari gangguan niskala tersebut. Berangsung-angsur kain kasa tersebut pergi dengan sendirinya. Saat pentas menari, saya hanya pasrah dan memohon kepada Ida Sesuhunan yang berada di lokasi tempat saya menari dan tidak lupa juga memohon kepada Ida Seshunan saya,” cerita Ketua Listibya Kecamatan Kuta Utara ini.

Dunia Spiritual dan dunia seni yang ia jalani ini berjalan beriringan dan saling mendukung apalagi Gus Cupak sering mementaskan tari-tari sakral.

gus cupak majalangu
Gus Cupak mengajarkan muridnya menari di Sanggar Seni Majalangu – Foto oleh Gus Cupak

Gus Cupak sendiri memiliki keinginan dan harapan agar ia bisa melestarikan Seni Budaya Bali. Oleh karena itu ia mendirikan Paguyuban Sanggar Seni Majalangu untuk mewujudkan harapannya tersebut. Ia ingin dari sanggarnya ini bisa menciptakan seniman-seniman baru terutama untuk tari-tari sakral. Di sanggarnya ini ia terbuka untuk siapa saja yang memang memiliki keinginan untuk belajar mendalami seni dan budaya Bali tanpa dipungut biaya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Sosok

Advertisement
To Top