Connect with us

Mahasiswa Asal Jepang Berumur 58 Tahun Lulus S1 dengan IPK Nyaris Sempurna di Undiksha

Inspirasi

Mahasiswa Asal Jepang Berumur 58 Tahun Lulus S1 dengan IPK Nyaris Sempurna di Undiksha

Pepatah ‘belajar sepanjang hayat’ ternyata bukan bualan semata. Hal ini telah dibuktikan sendiri oleh Yasuko Iwai, wanita kelahiran Nagoya, Jepang, yang telah menamatkan pendidikan strata pertama (S1) secara reguler di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja pada Jumat (26/3). Yang membuatnya istimewa adalah, Yasuko menamatkan pendidikannya di usia 58 tahun dengan tenggat waktu kurang dari empat tahun.

Potret Yasuko Iwai (kanan) Bersama Wisudawan Lainnya – Doc. Yasuko Iwai

Sebelumnya, Yasuko memutuskan mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris pada 2017 secara reguler, artinya ia mengikuti berbagai kegiatan kampus seperti masa orientasi dan berbaur bersama mahasiswa baru yang umurnya jauh lebih muda. Ia mengikuti perkuliahan dengan tekun hingga akhirnya berhasil menamatkan studi S1-nya dalam kurun waktu 3,7 tahun dengan IPK 3,94.

Ketika ditanya perihal apa yang membuatnya datang ke Indonesia, khususnya Bali, wanita berkulit terang dan berpostur mungil itu mengatakan bahwa ia ingin belajar berbahasa Indonesia. Awalnya ia mengambil kelas BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Unit Bahasa Undiksha selama enam bulan. Lama-kelamaan Yasuko mulai kerasan di Singaraja dan memutuskan untuk ngengambil kuliah reguler di Undiksha, di samping ia memang sejak lama ingin memiliki ijazah S1.

“I always wanted to study for a bachelor’s degree. I was working as a single mom for so long but now two of my children already started to work. So I decided to go back to study to earn a degree. Undiksha has a degree in English language education. So I assumed that I could follow the lectures in English. (Saya selalu ingin kuliah S1. Saya sudah banyak menghabiskan waktu untuk bekerja sambil menjadi orang tua tunggal, tapi sekarang dua anak saya sudah bekerja. Jadi, saya memutuskan untuk kembali belajar untuk mendapatkan titel. Undiksha memiliki program Pendidikan Bahasa Inggris. Jadi, saya rasa saya bisa mengikuti pembelajarannya dalam Bahasa Inggris.),” ungkap Yasuko.

Meski fasih berbahasa Inggris, ternyata wanita yang juga menguasai bahasa Jepang dan Thailand ini sempat mengalami kendala di dua semester pertama, tepatnya pada mata kuliah yang keseluruhannya menggunakan Bahasa Indonesia sebagai pengantar.

“Pancasila, Natural Science, and Citizenship classes were conducted in Bahasa Indonesia, therefore, it was really hard. (Pancasila, Ilmu Alam, dan Kewarganegaraan diantarkan dalam Bahasa Indonesia, karena itu jadinya sangat susah),” sambungnya.

Lanjut Yasuko, setelah menamatkan kuliahnya, ia ingin kembali bekerja di industri automotif di Indonesia, mengingat dulu ia pernah bekerja di perusahaan automotif milik Jepang yang berada di Thailand selama sepuluh tahun. Bahkan, ia sempat survei ke salah satu perusahaan automotif Jepang yang berada di Bekasi, Jawa Barat, pada Januari 2020.

Kegigihan orang Jepang dalam mengerjakan sesuatu memang telah melegenda, terbukti dengan kedisiplinannya, Yasuko telah berhasil menggapai impian yang telah lama tertunda, yakni menjadi sarjana. Bahkan, dengan IPK nyaris sempurnya dan mendapat kehormatan untuk mengikuti wisuda offline di Auditorium Undiksha bersama 183 mahasiswa berprestasi lainnya.

Yasuko Iwai (kiri no 2) Bersama Teman-Teman Sekelasnya – Doc. Yasuko Iwai

Saat ditanya apa rahasianya bisa menamatkan pendidikan dengan cepat dan dengan IPK yang memuaskan, Yasuko hanya menyebut dua hal, “Time management and tenacity! (pembagian waktu dan kegigihan!).”

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lainnya di Inspirasi

Advertisement
To Top