Inspirasi
Mengenal Lebih Dekat Kanaditya, Komunitas yang Berkecimpung dalam Literasi, Edukasi & Sosial Works
Komunitas Kanaditya merupakan sebuah komunitas yang berfokus kepada literasi, edukasi, dan sosial works.
Sampai hari ini, komunitas yang dibentuk pada Januari 2012 dan didirikan oleh Debby Lukito Goeyardi, B.Sc dan Dewa Gede Agung Dharmayasa ini terus memberikan kesempatan bagi siapapun untuk menjadi relawan.
Debby menyebutkan bahwa jadwal kegiatan komunitas selalu diunggah di akun Instagram @komunitaskanaditya.
“Jadi jika ada yang tergerak untuk menjadi relawan Kanaditya, bisa mulai mengikuti akun Instagram Kanaditya tersebut dan memilih kegiatan mana yang sesuai dengan hati nurani masing-masing.”
“Tidak ada syarat khusus, hanya dibutuhkan hati yang tulus untuk membantu sesama dalam mengikuti kegiatan kerelawanan ini,” ujar Debby
Tambahnya, Komunitas Kanaditya juga mengimbau bagi siapa pun yang memiliki ilmu untuk dibagikan pada anak-anak atau masyarakat binaan Kanaditya untuk mendaftarkan diri.
Karena menurutnya berbagi itu tidak melulu harus materi, sebuah ilmu pun bisa bermanfaat bagi banyak orang yang membutuhkan.
Kini Debby dan rekannya pun memiliki kurang lebih sebanyak 25 relawan aktif yang tergabung di komunitasnya.
Selama hampir delapan tahun berdiri, Komunitas Kanaditya memiliki empat program utama, yakni program B.A.C.A (Bina Anak Cinta Aksara), program Culinary Literacy, program Literasi untuk Semua dan program Book for Love.
Di bulan November ini akan ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, seperti kelas memasak di rumah singgah Ronald McDonald di Rumah Sakit Sanglah, Literasi untuk Semua’ di Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali dan akan ada kelas memasak di Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar.
Debby menyebutkan bahwa selama delapan tahun belakangan ini, ia merasa kecanduan melihat senyum dan tawa dari orang-orang yang pernah dibantu Komunitas Kanaditya.
“Bagi saya, selama ini bukan kita yang menolong mereka, tapi mereka yang menolong kita. Dengan melihat senyum dan tawa mereka kita bahagia, senyum dan tawa yang keluar dari hati mereka yang tersakiti. Melihat itu, saya jadi bahagia, bersyukur dan menjadi pribadi yang tidak gampang mengeluh. Saya juga melihat bahwa semua orang itu pada dasarnya baik dan ingin berbuat baik kepada sesama, hanya saja tidak tahu bagaimana caranya,” tuturnya.
Sumber ; denpasarkota.go.id

